MAJENE, Beberapa Minggu terakhir, kasus pencurian di pasar sentral Majene marak terjadi. Mulai dari pencurian di saat pasar dalam keadaan ramai hingga pencurian saat pasar dalam keadaan kosong alias tengah malam.
Terbaru, Jumat 7 Agustus 2026, seorang ibu penjual sayur terpaksa harus kehilangan tasnya yang berisi uang dan surat berharga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, seorang ibu yang kerap dipanggil mama Suci kehilangan tasnya sekira pukul 15.30 WITA.
Hal itu terungkap dari sejumlah postingan netizen sesama penjual di pasar sentral Majene.
Salah satunya akun FB bernama oyheramadani yang terekam jelas sangat murka dengan pencurian itu.
“Buaaat kmu yg Merasaa mencuri tdi Tas nya ini ibuu kasih kembali memang mi ,,,sebelum Ter pampang Nyataa Muka ta Di CCTV,” tulisnya di fb.
Akun FB Hartini Haming juga mengatakan belum lama ini ada pencurian di Pasar Sentral Majene. “Mana orang nya… kemarin ada juga itu di dekat aneka benang tapi belum lama mama ku juga hilang uang nya ditas,” tulisnya.
Sementara itu, akun FB Karmila Kannu juga menyebut kasus pencurian di Pasar. “Kemarin ada juga kak pura pura mau belli, trus naambil uangnya ditasnya 10juta kasian,
mudah mudahan nadapat mukanya CCTV pencuri nya
karena ituji mungkin lagi yg mencuri kemarin,” tulisnya.
Senada juga ditulis akun FB Muhammad Zaki. “Astaghfirullah kemarin Juga ada yg hilang Uangnya ada lagi hr ini cehhhhhh astaghfirullah
Semoga cepat di tau pelakunya,” tulisnya.
Informasi yang dihimpun, korban mama Suci saat kejadian sedang tertidur di warungnya. Saat itulah, pencuri beraksi dan berhasil menggondol tas yang berisi uang.
Sementara itu, salah seorang warga pemerhati pasar, Udin sangat menyayangkan kasus demi kasus pencurian silih berganti terjadi di pasar sentral Majene.
Udin dengan tegas menyebutkan bahwa ini merupakan tanggung jawab kepala dinas yang menaungi pasar. “Tak perlu tunggu lagi, kegaduhan demi kegaduhan, terutama di pasar sentral terjadi terus. Pencurian selalu saja terjadi. Kasihan para pedagang kecil yang mencari sesuap nasi di pasar namun harus gigit jari karena ada maling beraksi. Kadisnya harus dicopot, sepertinya kadisnya tak bereaksi dan tak peduli untuk menjaga warga pedagang di pasar sentral Majene dari ancaman pencurian,” tegasnya.











