Terbaik Terbaik
Pasang Iklan

Gempa M5,7 Guncang Halmahera Barat, Getaran Terasa hingga Manado

Gempa Bumi Bantul Jogyakarta
Ilustrasi Gempa Bumi . (foto: pixabay)

Manado, 5 Agustus 2026 – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 5,7 mengguncang wilayah Halmahera Barat, Maluku Utara, pada Rabu (5/8) dini hari. Getaran gempa dirasakan di sejumlah daerah di Sulawesi Utara, termasuk Kota Manado, Bitung, dan Minahasa Utara. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi sekitar pukul 03.16 WIB atau 04.16 WITA dengan pusat gempa berada di wilayah Halmahera Barat pada kedalaman sekitar 15 kilometer. Gempa termasuk kategori gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas tektonik di kawasan tersebut.

Baca Juga  Nelayan Asal Polman yang Dilaporkan Hilang Ditemukan di Perairan Majene

Di Kota Manado, warga mengaku merasakan guncangan selama beberapa detik. Sebagian masyarakat yang masih beristirahat memilih keluar rumah sebagai langkah antisipasi. Aktivitas di sejumlah kawasan sempat terhenti sejenak hingga kondisi dinyatakan aman.

Di Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara, getaran juga dirasakan cukup jelas. Hingga laporan terakhir, belum terdapat laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Aparat pemerintah daerah bersama BPBD masih melakukan pemantauan di sejumlah wilayah untuk memastikan kondisi masyarakat tetap aman.

Baca Juga  Meski Ikut Tewas Kecelakaan dengan AKP Novandy, Fatimah Ditetapkan sebagai Tersangka

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga diminta mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal BMKG serta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, meskipun hingga saat ini belum ada indikasi yang membahayakan.

Baca Juga  Sesosok Mayat Ditemukan Tergeletak di Pantai Mampie Wonomulyo

Sulawesi Utara dan Maluku Utara merupakan kawasan yang memiliki aktivitas seismik tinggi karena berada di zona pertemuan beberapa lempeng tektonik. Kondisi tersebut menyebabkan gempa bumi dengan berbagai magnitudo cukup sering terjadi di wilayah ini. Karena itu, masyarakat diimbau memahami prosedur evakuasi saat gempa dan selalu mengutamakan keselamatan ketika terjadi guncangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *