PASANGKAYU – Kondisi ruang pelayanan di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, kini menuai sorotan.
Plafon kantor yang seharusnya menjadi tempat pelayanan publik justru terlihat tak terawat, bocor, dan bahkan mengancam kenyamanan hingga keselamatan warga yang datang.
Pantauan di lokasi pada Jumat (29/8/2025), sejumlah bagian plafon sudah jebol dan keropos. Bekas rembesan air hujan tampak menghitam di permukaan, sementara rangka atap yang terbuka menunjukkan karat di beberapa titik. Pemandangan itu membuat suasana ruang pelayanan jauh dari kata nyaman.
“Kalau hujan deras, air bocor langsung masuk ke dalam ruangan. Kami terpaksa geser kursi supaya warga tidak kena tetesan air,” ungkap Safri, salah satu staf Dukcapil, saat ditemui wartawan.
Tak hanya mengganggu pelayanan, kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran serius. Sebab, di ruang itu terdapat instalasi listrik yang rentan terkena air.
“Yang paling kami takutkan kalau air mengenai kabel listrik, bisa saja terjadi korsleting. Itu bahaya sekali, apalagi ruangan ini selalu ramai warga,” tambah Safri.
Kerusakan plafon ini bukan hal baru. Menurut pengakuan pegawai, masalah tersebut sudah berlangsung cukup lama, namun hingga kini belum ada upaya nyata dari pihak terkait untuk memperbaikinya.
Akibatnya, masyarakat yang datang mengurus dokumen kependudukan, mulai dari KTP, KK, hingga akta kelahiran, sering mengeluh karena merasa tidak nyaman.
“Pelayanan publik seharusnya membuat masyarakat merasa tenang dan terlayani dengan baik. Tapi kalau kondisinya begini, jelas mengurangi kenyamanan,” keluh salah seorang warga yang sedang antre.
Dengan kondisi yang terus memburuk, para pegawai Dukcapil berharap agar pemerintah daerah segera turun tangan. Mereka menilai ruang pelayanan merupakan fasilitas vital yang setiap hari dipadati warga, sehingga kerusakan kecil sekalipun bisa berdampak besar.
“Kami hanya berharap ada perhatian segera. Ini bukan soal estetika, tapi menyangkut kenyamanan dan keselamatan bersama,” tutup Safri.











