KUPANG – Gempa bumi mengguncang wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (26/7/2026). Getaran yang dirasakan cukup kuat membuat warga di sejumlah kawasan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 18.57 WITA dengan magnitudo 5,5. Pusat gempa berada sekitar 18 kilometer barat daya Kupang pada kedalaman 26 kilometer.
BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan BMKG.
Getaran gempa dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah Kota Kupang, seperti Kecamatan Kelapa Lima, Oebobo, dan Alak. Sejumlah warga mengaku sempat panik karena guncangan berlangsung selama beberapa detik.
“Saat itu saya sedang berada di dalam rumah. Tiba-tiba terasa goyang cukup kuat sehingga saya langsung mengajak keluarga keluar rumah,” ujar Maria (34), warga Kelapa Lima.
Warga lainnya juga tampak berkumpul di halaman rumah dan ruang terbuka sambil menunggu informasi lebih lanjut dari pihak berwenang. Meski sempat menimbulkan kepanikan, situasi berangsur kondusif setelah gempa berhenti.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang segera melakukan pemantauan dan pendataan di sejumlah lokasi yang merasakan dampak gempa. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat peristiwa tersebut.
“Tim kami masih melakukan asesmen di lapangan. Sampai saat ini belum ada laporan adanya korban ataupun kerusakan yang signifikan,” ujar petugas BPBD.
BMKG menjelaskan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar di wilayah sekitar Timor dan Laut Sawu. Gempa dengan kedalaman dangkal umumnya lebih terasa di permukaan meski magnitudonya tidak terlalu besar.
Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dipastikan aman. BMKG juga meminta warga terus memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG dan pemerintah daerah.
Sekitar 30 menit setelah gempa terjadi, aktivitas masyarakat di Kota Kupang mulai kembali normal. Sejumlah perkantoran, pertokoan, dan fasilitas umum kembali beroperasi seperti biasa, meskipun sebagian warga masih memilih berada di luar rumah sebagai langkah antisipasi.
Pemerintah daerah bersama BPBD dan instansi terkait terus memantau perkembangan situasi. Apabila terjadi gempa susulan atau terdapat laporan dampak baru, informasi akan segera disampaikan kepada masyarakat melalui saluran resmi.

