Mahasiswa Unsulbar Gagas Konsep Pelestarian Penyu Berbasis Masyarakat

  • Bagikan

POLMAN – Puluhan mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) berkunjung ke rumah penyu di Pantai Mampie, Desa Galeso, Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar.

Kedatangan mereka bertujuan untuk mengkaji pelestarian penyu berbasis masyarakat.

Ketua Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Isipol Unsulbar Andi Ismirah mengatakan, kunjungannya ke rumah penyu bersama para mahasiswa itu untuk berdiskusi soal kelembagaan dan konsep pelestarian penyu berbasis masyarakat.

“Kedatangan kami ke rumah penyu di Desa Galeso Kecamatan Wonomulyo sebagai kunjungan kerja pada lembaga atau Non-Governmental Organization (NGO) dalam hal ini Sahabat Penyu sambil diskusi terkait kelembagaan dan konsep pelestarian penyu berbasis masyarakat,” kata Andi Ismirah, Jumat (8/4/2022).

Baca Juga  Seleksi Dilaksanakan Secara Transparan, Tersedia 7.080 Formasi di 30 Sekolah Kedinasan

Tujuan kunjungan lapangan mahasiswa ke Sahabat Penyu, lanjut dia, untuk mendapat pengetahuan bagaimana cara mengelola lembaga dalam kehidupan sosial masyarakat.

“Rumah penyu dipilih sebagai lokasi kunjungan karena sebagai organisasi lokal, Sahabat Penyu dianggap konsisten pada kegiatannya dan kelembagaannya dalam lingkup masyarakat,” ujar Andi Ismirah.

Baca Juga  Sekda Majene Berharap Tidak Ada Kecurangan di UTBK Unsulbar

“Kebetulan, mahasiswa yang melakukan kunjungan lapangan ini adalah mahasiswa mata kuliah tentang NGO. Jadi, kami ingin mahasiswa dapat belajar bagaimana cara berorganisasi dengan baik, sehingga kami bawa ke Sahabat Penyu untuk diskusi seputar pengalaman dalam menjalankan organisasinya,” katanya.

Salah seorang mahasiswi Unsulbar yang ikut dalam kegiatan tersebut Nurcahya mengaku senang bisa berkunjung di rumah penyu yang dikelola oleh Sahabat Penyu.

Baca Juga  Layanan Administrasi Dipindah Imbas Rusaknya Rektorat STAIN Majene

Selain suasananya yang mendukung, di tempat itu juga mahasiswa bisa belajar seputar kegiatan konservasi, khususnya penyu.

“Tempatnya seru, cocok sekali dengan pemandangan yang indah dan sejuk. apalagi ditambah edukasi tentang peduli penyu. Jadi bukan hanya sekadar ‘healing’ tapi juga bermanfaat,” kata Nurcahya.

“Salah satunya juga dengan adanya tim pengelola yang hebat yang bisa ‘sharing’, intinya berkunjung ke Sahabat Penyu bukan hal yang sia-sia, banyak manfaat yang bisa dirasakan,” katanya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *