Opini  

Perilaku Membuang Minyak Jelantah Sembarangan Dapat Menurunkan Jumlah Air Bersih

99News.id – Makhluk hidup memiliki berbagai kebutuhan yang harus terpenuhi setiap hari agar dapat mempertahankan kehidupannya. Manusia adalah salah satu makhluk hidup yang memiliki berbagai jenis kebutuhan. 

Berdasarkan intensitasnya, kebutuhan manusia dibagi menjadi tiga, yaitu kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang sifatnya mendesak dan harus terpenuhi. 

Setelah itu, kebutuhan sekunder, kebutuhan yang sifatnya pelengkap. Terakhir, kebutuhan tersier, kebutuhan yang bersifat mewah. Salah satu kebutuhan primer adalah air, sehingga kebutuhan terhadap air harus terpenuhi. 

Dalam kehidupan makhluk hidup yang ada di bumi, air memiliki peran yang sangat penting. Air merupakan senyawa kimia yang terdiri dari dua unsur yang saling berikatan, yaitu unsur hidrogen dan oksigen. 

Air adalah senyawa yang berfungsi sebagai zat pelarut sehingga keberadaannya sangat penting dalam proses metabolisme makhluk hidup. Setiap hari, makhluk hidup memerlukan air untuk dapat mempertahankan kehidupannya. 

Akan tetapi, seiring perkembangan zaman, kebutuhan terhadap air semakin meningkat, khususnya air bersih. 

Manusia memerlukan air bersih untuk dapat melakukan aktivitasnya sehari-hari, seperti untuk konsumsi, memasak, mencuci, mandi dan lain sebagainya. Air dapat dikatakan air bersih apabila air tersebut jernih, tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbau, tidak lengket, dan memiliki pH yang normal. 

Baca Juga  Ganyang Korupsi, Selamatkan Bangsa dan Negara

Berbagai masalah kesehatan dapat timbul apabila manusia mengonsumsi air yang tidak memenuhi syarat air bersih. Namun, jumlah penduduk yang terus bertambah menyebabkan penurunan jumlah air bersih. 

Selain itu, turunnya jumlah air bersih juga disebabkan oleh pencemaran air akibat limbah yang dihasilkan dari kegiatan masyarakat.

Ada berbagai macam kegiatan yang dilakukan masyarakat setiap hari. Kegiatan tersebut dapat berupa produksi barang, pengolahan makanan, berkebun, jual beli barang, dan masih banyak lagi. 

Ada berbagai alasan yang membuat masyarakat terus melakukan kegiatannya sehari-hari. Alasan yang paling umum adalah agar kegiatan tersebut dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. 

Masyarakat akan memperoleh upah atau hasil dari kegiatan yang telah mereka lakukan. Namun, diantara kegiatan tersebut, ada yang menghasilkan limbah yang dapat mencemari air. 

Limbah adalah suatu bahan sisa hasil produksi yang tidak digunakan lagi, baik dari alam maupun dari kegiatan manusia. Limbah terbagi menjadi dua jenis, yaitu berdasarkan sumber dan senyawanya. 

Baca Juga  RUU Kesehatan, Solutif Kah?

Limbah berdasarkan sumbernya yaitu limbah domestik yang berasal dari kegiatan rumah tangga, limbah industri, limbah pertanian, limbah wisata, dan limbah medis. 

Selanjutnya, limbah berdasarkan senyawa, yaitu limbah organik yang mudah membusuk atau terurai, limbah anorganik yang sulit terurai, dan limbah B3 yang mengandung zat berbahaya dan beracun. Limbah yang paling banyak dihasilkan berasal dari limbah domestik. Salah satu limbah domestik yang menyebabkan pencemaran air adalah minyak jelantah.

Minyak jelantah adalah minyak goreng bekas atau minyak goreng yang telah digunakan berulang kali, biasanya digunakan 2-3 kali lalu dibuang. Minyak jelantah berasal dari kegiatan rumah tangga atau kegiatan usaha seperti pasar, rumah makan, dan restoran cepat saji. 

Kurangnya pengetahuan dan kesadaran terhadap lingkungan membuat masyarakat membuang minyak jelantah sembarangan. Padahal minyak jelantah termasuk limbah B3 yang berbahaya bagi lingkungan dan juga kesehatan. Ada berbagai masalah dan kerusakan lingkungan yang akan terjadi akibat membuang minyak jelantah sembarangan. 

Masalah lingkungan yang dapat terjadi akibat membuang minyak jelantah sembarangan adalah banjir, penurunan kualitas tanah, dan kematian biota laut. Minyak jelantah yang dibuang ke tanah akan membuat tanah menggumpal dan menutupi pori-pori tanah, sehingga mengurangi daya serap tanah terhadap air. 

Baca Juga  Opini: Suara Adzan Diatur, Syiar Islam Dikekang

Selain itu, minyak jelantah yang dibuang ke sungai atau laut akan mengapung di permukaan air, sehingga menghalangi sinar matahari dan menurunkan kadar oksigen dalam air. Kemudian, apabila minyak jelantah dibuang ke saluran air yang ada di rumah, itu akan menyumbat saluran air atau drainase tersebut. 

Diperlukan cara yang benar dalam membuang minyak jelantah agar tidak menimbulkan masalah lingkungan di masa yang akan datang. 

Minyak jelantah harus dibuang dengan cara yang benar agar tidak menimbulkan masalah lingkungan, terutama pencemaran air. 

Cara yang dapat dilakukan saat membuang minyak jelantah adalah dengan memasukkannya ke dalam wadah tertutup, seperti botol, jeriken, atau kaleng. Setelah cara itu dilakukan, minyak jelantah dapat dibuang ke tempat sampah. Cara itu akan mencegah minyak jelantah menyebar ke lingkungan sekitar.

Namun, cara yang lebih baik adalah membawanya ke tempat khusus pengolahan minyak jelantah agar dapat dimanfaatkan kembali. 

Penulis: MOCHAMMAD WILDAN DANUGROHO, Prodi TEKNIK LINGKUNGAN, Kampus Akademi Teknik Tirta Wiyata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *