Majene  

Wisatawan Keluhkan Fasilitas Pantai Dato Rusak Parah, Retribusi Tak Sebanding Ekspektasi

MAJENE – Sejumlah wisatawan kecewa dan mengeluhkan fasilitas Pantai Dato yang rusak parah di Lingkungan Pangale, Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, Senin 7 Oktober 2024.

Sejumlah fasilitas destinasi terbaik di Kabupaten Majene ini kini rusak dan tidak terawat. Padahal, pengunjung tetap diwajibkan bayar tiket masuk sebesar Rp5.000,- per orang.

Beberapa jalan penghubung terputus, sebanyak 12 gazebo rusak dan tidak bisa dilalui. Bahkan, lantai papan serta tiang-tiang penyangga terlepas.

Baca Juga  Kolam Renang Tirta Terbengkalai, Pemkab Majene Kehilangan PAD Ditengah Defisit APBD

Hal ini pun membuat pengunjung kecewa, khususnya mereka yang datang dari jauh luar daerah. 

Padahal untuk menikmati destinasi wisata Pantai Dato tidaklah gratis, melainkan harus membayar restribusi yang sudah ditentukan.

Sayangnya, retribusi yang telah dibayar oleh wisatawan tak sebanding dengan rusaknya sejumlah fasilitas.

Mereka tidak bisa menjadikan Spot foto gazebo itu.

Salah satu wisatawan Safruddin mengatakan, kerusakan 12 gazebo sangat membuatnya kecewa, lantaran tidak dapat ditempati bersantai.

Baca Juga  Polda Sulbar Ambil Alih Penyelidikan Dugaan Korupsi Jalan di PUPR Majene

“Gazebo itu merupakan tempat favorit di sini, karena berada di atas laut dan bisa menikmati sunset, tapi sayangnya atap gazebo merusak pemandangan,” keluh Safruddin, Senin 7 Oktober 2014.

Lebih lanjut Safruddin mengatakan, Pantai Dato merupakan destinasi wisata yang sangat ramai peminat.

Namun karena fasilitas yang kini tidak kunjung dibenahi oleh pemerintah Daerah Kabupaten Majene, khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar), sehingga wisatawan, jadi enggan untuk datang ke sini.

Baca Juga  Tak Kunjung Dibayar, Vendor Akan Bongkar Batu Gajah Tanggul Laut Cilallang Majene

Pria yang akrab disapa Udin ini menambahkan, harusnya jika gazebo tersebut sudah tidak berfungsi, pengurus setempat mengurangi besaran tarif retribusi, jika perlu ditiadakan.

“Kan pengunjung tidak menikmati fasilitas dari pemerintah daerah, wajar dong kalau besaran retribusi dikurangi. Kalau perlu ditiadakan,” pungkasnya.

Wisatawan berharap Pantai Dato mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat, utamanya perawatan sejumlah fasilitas serta sarana dan prasarananya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *