MAJENE — Usai disorot sejumlah mahasiswa dan lembaga pemantau pendidikan terkait adanya dugaan penyalahgunaan terhadap uang pembayaran praktek lapangan bagi mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Marendeng Majene, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Marendeng Majene, Raehan, SST., M.Keb., akhirnya angkat bicara.
Pihak kampus STIKes Marendeng atau sering disebut STIKMAR ini dengan tegas membantah tudingan tersebut.
Raehan Manjelaskan, pembayaran penunjang praktek merupakan kewajiban seluruh mahasiswa Stikmar Majene, karena Praktek Lapangan adalah bagaian dari kurikulum kampus yang wajib diikuti dan memiliki SKS tersendiri.
“Semua mahasiswa wajib membayar sebelum mereka pergi praktek, dan jumlah pembayarannya berpariasi, tergantung dimana tempat prakteknya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa terkait tudingan pembayarannya diwajibkan transfer ke rekening pribadi ketua prodi itu tidak benar. Akan tetapi, mahasiswa diwajibkan membayar melalui prodi masing-masing.
Pihaknya mengakui, ada satu orang mahasiswa melakukan pembayaran dengan mengirim langsung ke rekening Kaprodi karena saat itu, mahasiswa tersebut sedang berada diluar daerah.
“Memang ada satu orang mahasiswa yang akan praktek di Makassar mengirim kerekening pribadi Kaprodi, tapi itu untuk mempermudah proses pembayarannya karena saat itu, dia sedang berada diluar daerah,” ungkapnya.
Hal ini juga dibenarkan salah satu mahasiswi jurusan kebidanan semester IV, Kasmania saat ditemui sejumlah awak media di kampusnya.
“Itu keinginan saya sendiri untuk mengirim langsung ke rekening Ketua Prodi, karena waktu itu saya masih diluar daerah dan tidak sempat ke kampus,” akunya.
Untuk diketahui, pihak kampus selalu mempermudah mahasiswa soal pembayaran. Bahkan kampus mengeluarkan kebijakan pembayaran boleh diangsur agar mahasiswa bisa membayar jauh hari sebelum kegiatan.
“Kami dibolehkan mengangsur pembayaran, makanya kadang kami mulai bayar satu tahun sebelum pergi praktek. Alhamdulillah, dengan cara seperti ini kami tidak terlalu terbebani,” kata Kasmania, salah satu mahasiswi jurusan Kebidanan yang tidak lama lagi akan melakukan praktek di Makassar.
Sejumlah Citivitas akademika Stikmar Majene inI sangat menyesalkan pernyataan salah satu mahasiswa yang menyebut pengelolaan uang praktek tidak transparan. Padahal pihak kampus sudah menjelaskan kepada semua mahasiswa terkait peruntukan dana tersebut.
“Kami sudah paparkan peruntukannya sama mahasiswa yang akan praktek, bahkan RAB nya pun kami jelaskan sedatail mungkin kepada meraka,” kata Nur Anita, SST., M.Kes, Kaprodi kebidanan dengan nada kecewa.
Pihak kampus juga menghimbau kepada semua pihak agar tidak mudah terpengaruh dan terprofokasi terhadap issu beredar ke ruang publik yang kebenarannya belum tentu bisa dipertanggungjawabkan.
“Kami meminta agar kita semua tidak mudah terprofokasi dengan issu yang belum tentu benar, jangan sampai ada oknum sengaja ingin mencederai nama baik institusi kami,” pungkasnya.











