MAMASA – Puluhan rumah warga di Dusun Limbong Lopi, Desa Rantetangga, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), retak lagi, Sabtu (19/11/2022).
Retaknya rumah warga ini dikarenakan fenomena tanah bergerak yang terus terus terjadi selama empat hari terakhir di kawasan pemukiman warga di Dusun Limbon Lopi.
Akibat dari fenomena ini sejumlah rumah warga mengalami kerusakan yang sangat parah.
Dinding rumah tersebut retak hingga ke lantai rumah seluas 20 sampai 30 sentimeter.
Warga terpaksa warga harus meninggalkan rumah karena sudah merasa ketakutan atas kejadian tersebut.
Seorang warga Hanna mengaku, awalnya keretakan tanah hanya berukuran kecil sekitar empat hari yang lalu.
“Namun semakin hari semakin membesar setelah diguyur hujan,” ungkap Hanna saat dihubungi wartawan.
Kata dia, ada 15 rumah warga yang terdampak tanah bergerak dan beberapa fasilitas umum termasuk rumah jabatan wakil bupati Mamasa.
“Itu berdasarkan data dari BPBD Mamasa dan saat ini mereka akan memberikan penanganan serius terkait pristiwa ini,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala BPBD Mamasa Labora Tandipuang menyatakan, fenomena tanah bergerak akan ditangani secara serius karena akan sangat berbahaya bagi masyarakat.
“Saya kira ini perlu penanganan serius, termasuk pembuatan drainase yang paling penting agar air dari atas jalanan tidak mengalir ke pemukiman warga,” ujarnya.
Labora meminta agar warga yang terdampak harus meninggalkan rumah dulu untuk sementara waktu, karena dikhawatirkan keretakan tanah terus terjadi.
“Warga yang rumahnya rusak parah atau sudah terancam longsor kami himbau untuk sementara mengungsi atau mencari tempat yang aman untuk sementara,” Tandasnya.











