Tiga Desa di Polman dan Empat Mamasa Masuk Kriteria Desa Wisata Kemenparekraf

  • Bagikan

MAMUJU – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf), menggelar event Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Sebanyak 3.419 desa dari 34 provinsi se-Indonesia mengikuti pemilihan, dan hanya terpilih 500 desa lolos masuk kriteria desa wisata.

Keputusan tersebut diumumkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf RI), Sandiaga Salahuddin Uno, melalui akun Youtube Anugerah Desa Wisata.

Sandi menyampaikan, pencapaian tersebut, kata dia, melebihi target dari tahun sebelumnya dan merupakan bentuk apresiasi dan antusiasime yang sangat tinggi dari masyarakat seluruh Indonesia.

Baca Juga  Verifikasi Data Desa Presisi Sulbar

“Selamat kepada 500 besar desa wisata ADWI 2022. Jadikan pencapaian ini sebagai motivasi untuk terus tetap mengembangkan desa wisata yang berkualitas dan berkelanjutan untuk Indonesia bangkit,” kata Sandi.

Di Sulawesi Barat, hanya dua kabupaten saja yang dianggap punya potensi menjadi desa wisata, yakni Kabupaten Mamasa dan Polewali mandar.

Baca Juga  Warga Keluhkan Bau Busuk Tumpukan Sampah Depan SD 007 Sidodadi

Di Kabupaten Mamasa, ada empat desa terpilih, yakni Desa Balla Tumuka, Desa Taupe, Desa Panura dan Desa Tondok Bakaru.

Sedangkan di Polewali Mandar, hanya tiga desa terpilih di antaranya Desa Wisata Budaya Maritim Mandar, Desa Wisata Rumah Penyu Mampie dan Desa Wisata Bulo.

Sehinggga ada tujuh desa se-Sulbar yang dianggap layak menjadi desa wisata oleh Kemenparekraf.

Baca Juga  Warga Majene yang Diduga Bunuh Diri Ternyata Kakak Kandung dengan Mahasiswa Unsulbar yang Dulu Ditikam

Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022 memiliki tujuh kategori penilaian.

Kategori tersebut antara lain: penerapan CHSE (C_leanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability), _Desa Digital, Souvenir (Kuliner, Fesyen, Kriya), Daya Tarik Wisata (Alam, Budaya, Buatan), Konten Kreatif, Homestay, dan Toilet.

Ke-500 desa itu terpilih usai melewati serangkaian tahapan kurasi, berdasarkan penilaian dari Dewan Juri terhadap 7 kategori penilaian, klasifikasi dan kelengkapan data yang ada di website Jadesta.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *