Kampus  

Mahasiswa Usung Keranda Jenazah ke Kantor Bupati Majene

hmi majene keranda jenazah kantor bupati majene
Unjuk Rasa massa HMI Majene usung keranda jenazah kantor Bupati Majene

Bahkan sempat terjadi insiden kecil antara mahasiswa dengan aparat kepolisian yang melakukan pengawalan. Aksi saling dorong pun terjadi antara aparat yang berjaga dan mahasiswa melakukan unjukrasa.

Baca Juga  BRI Majene dan Unsulbar Teken MoU, Terkait Pelayanan Jasa Perbankan

Dalam orasinya, demonstran meneriakkan agar Bupati Majene tetap melaksanakan tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2023 di 43 desa.

Alasannya, Pilkades serentak tahun ini sudah diatur melalui Peraturan Daerah (Perda) Majene Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Pemilihan Kepala Desa dan Peraturan Bupati (Perbup) Majene Nomor 4 Tahun 2023 Tentang Pemilihan Kepala Desa Serentak.

Baca Juga  <strong>Ribuan Mahasiswa di Majene Bakal Ikut Gelar Demo 11 April 2022</strong>

Apalagi, surat penyataan Bupati Majene terkait penundaan Pilkades di 43 desa di Majene dinilai tidak menggugurkan Perda dan Perbup sebagai regulasi yang memiliki kekuatan hukum yang jelas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *