Festival Perahu Sandeq Sulbar Digelar Bertepatan Haornas

  • Bagikan

MAMUJU – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali meminta agar festival perahu tradisional Sandeq di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) digelar bersama peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas).

“Kami melaporkan kepada Menpora tentang pelaksanaan Festival Perahu Sandeq Sulbar pada September 2022,” kata penjabat Gubernur Sulbar, Akmal Malik di Mamuju, Rabu (11/8/2022).

Ia mengatakan, dari pertemuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar dengan Menpora, maka Menpora meminta agar agenda tersebut dilaksanakan bersama dengan peringatan Haornas pada 9 September 2022.

Baca Juga  Kejuaraan Karate Julu Siri ke-1, Kontingen Polman Raih Medali Emas

Menurut dia, pihaknya akan mematuhi permintaan tersebut dan akan menyusun program sebagai langkah untuk menyelenggarakan dua agenda tersebut.

Ia juga mengatakan, pihaknya akan menemui Walikota Balikpapan Provinsi Kaltim Rahman Mas’ud mengenai pelaksanaan festival karena akan berlayar mengarungi Selat Makassar, dari wilayah Sulbar menuju Ibukota Negara Baru (IKN) di Pulau Kalimantan.

Baca Juga  Pornas XVI Korpri, Atlet Sulbar Mulai Bertanding Optimis Raih Hasil Maksimal

Ia menyampaikan, Festival Sandeq tersebut digelar karena ingin menyampaikan ke seluruh masyarakat Indonesia bahwa melalui budaya Sandeq, pihaknya memberikan dukungan pembangunan IKN.

“Sebanyak tiga puluh empat perahu Sandeq akan berlayar ke Kalimantan sebagai tanda atau simbol yang dibungkus dalam budaya Sulbar, bahwa 34 provinsi di Indonesia siap memberikan dukungan percepatan pembangunan IKN,” katanya.

Baca Juga  Etape Papalang-Mamuju, Berlian99 Sandeq dari Majene Raih Posisi Pertama. Ini Hasil Lengkapnya

Ia menyebut Festival Sandeq menggunakan anggaran dari penyokong kegiatan dan swasta.

“Yang pasti tidak menggunakan APBD,” katanya.

Ia juga menyampaikan rute Festival Sandeq akan dimulai dari Tanjung Silopo Kabupaten Polman, menuju Somba dan wilayah Deking di Majene Kabupaten Majene sejauh 170 kilometer.

Selanjutnya akan menuju Kalimantan dan akan dikawal oleh TNI untuk menjaga keselamatan para “Passandeq” atau orang yang mengemudikan perahu tradisional tersebut.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *