MAJENE – Pengumuman hasil seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu 2025 di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, langsung memicu antrean panjang di Polres Majene.
Sejak Rabu (17/9/2025) pagi, ratusan tenaga honorer berbondong-bondong mendatangi ruang pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
Pantauan di lokasi, antrean pemohon tampak mengular hingga memenuhi halaman Mapolres Majene. Suasana riuh rendah tak terhindarkan, dengan deretan kursi penuh sesak, sementara sebagian pemohon rela berdiri di bawah terik matahari. Mereka membawa map berkas dan ransel berisi dokumen persyaratan, berharap segera mendapat SKCK untuk melengkapi proses pemberkasan PPPK.
Roby, salah seorang tenaga honorer, mengaku sudah datang sejak subuh namun tetap harus menunggu lama.
“Saya antre sejak pukul 07.30. Nomor antrean saya sudah di atas 150. Prosesnya cukup lambat karena memang pemohon terlalu banyak,” ungkapnya.
Kaurmintu Sat Intelkam Polres Majene, Aiptu Rahmat, membenarkan bahwa lonjakan pemohon SKCK meningkat drastis setelah pengumuman hasil seleksi PPPK diumumkan.
“Sejak kemarin antrean sudah membludak, mayoritas pemohon adalah peserta PPPK paruh waktu. Jumlahnya bisa ratusan orang per hari,” jelasnya.
Pihak kepolisian memperkirakan antrean ini masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, seiring masa pemberkasan yang sedang berjalan. Situasi ini bahkan disebut sebagai salah satu lonjakan pemohon SKCK terbesar dalam beberapa bulan terakhir.
Meski demikian, aparat kepolisian tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal agar seluruh proses berjalan lancar dan para tenaga honorer yang lolos seleksi dapat segera melengkapi persyaratan administrasi.











