Jelang Ramadan, TPID Sulbar Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok

  • Bagikan

MAMUJU – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Barat, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi, Kamis 22 Februari 2024.

Rapat tersebut dilakukan di Gasebo Rumah Jabatan Sekprov Sulawesi Barat. Rapat dipimpin Sekprov Sulbar Muhammad Idris selaku Ketua TPID Sulbar secara daring.

Rapat dihadiri Sekretaris TPID Sulbar Hamdani Hamdi yang juga Kepala Biro Ekbang Setda Sulbar selaku pimpinan rapat secara luring, narasumber dari BI dan BPS, perwakilan Dinas Perhubungan, Dinas TPHP, Dinas Ketapang, Bapperida, Inspektorat, BPKPD, ESDM, Perwakilan Kantor Wilayah Ditjen Perbendaraan, Perum Bulog Mamuju, Satgas Pangan.

Rapat ini bertujuan untuk membahas langkah konkret Pengendalian inflasi jelang HKBN Tahun 2024, persiapan pelaksanaan High Level Meeting (HLM) TPID serta penyampaian Laporan One Pages Summery program unggulan TPID Tahun 2023 dalam rangka penilaian kinerja TPID Award Tahun 2024.

Baca Juga  Dorong Pendaftaran Indikasi Geografir Daerah di Sulawesi Barat

Ketua TPID Sulbar, Muhammad Idris mengatakan, untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok yang terus mengalamai peningkatan jelang Bulan Ramadan, maka TPID perlu terus melakukan pemantauan harga dan pasokan pangan serta advokasi terhadap perkembangan harga komoditas, mengintensifkan intervensi harga komoditas selama ramadhan.

Selain itu, mengintensifkan Gerakan Pangan Murah (GPM), mengawal bersama Satgas pangan terhadap ketidakwajaran kenikan harga, gangguan distribusi maupun penimbunan termasuk juga penyaluran distrbusi BBM dan LPG, menghimbau kepada masyarakat melalui media sosial serta iklan layanan masyarakat untuk konsumsi secara wajar serta bijak berbelanja.

Sekretaris TPID Sulbar, Hamdani Hamdi menyampaikan terkait pelaksanaan HLM TPID. Ia mengatakan, HLM TPID akan dilaksanakan pada 29 Februari 2024 mendatang di Grand Maleo Mamuju dengan menghadirkan TPID se-Sulbar.

Baca Juga  Wow, Sembilan Kali Beruntun, Pemprov Sulbar Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian

“Tujuan dilaksanakan HLM adalah untuk mengevaluasi tingkat inflasi di Sulbar serta faktor yang mempengaruhi, identifikasi komoditas penyumbang inflasi, langkah-langkah konkret pengendalian inflasi jelang HKBN serta penekanan percepatan pelaksanaan KAD,” terang Hamdani.

Dia berharap, Perum Bulog baik Mamuju maupun Polman agar senantiasa memberikan dukungan terhadap pemerintah kabupaten dalam upaya pengendalian inflasi, utamanya dalam Pelaksanaan Operasi Pasar Murah dan Penyaluran Beras SPHP.

Sementara, Deputi Perwakilan BI Sulbar Ahmad selaku narasumber menyampaikan, program unggulan TPID Sulbar yang akan diikutkan dalam penilaian TPID Award 2024 yaitu “GEMA PASIGAKI” Gerakan Bersama Percepatan Pengendalian Inflasi dari hulu ke hilir, dengan menggunakan istilah-istilah bahasa daerah seperti dari DKP menggunakan Istilah “PAMEKAN” Teknologi Penyimpanan Ikan, Dinas Ketapang Sekolah Pelatihan Kelompok Tani “SAPOTA” dan lainnya.

Baca Juga  PLN Segel Listrik Kantor DPRD dan Capil Majene

Narasumber dari BPS Sulbar menyampaikan, Inflasi Sulbar Januari 2024 (y-on-y) 2,25 persen, sedang inflasi antar wilayah IHK Majene 3,14 persen, andil komoditas inflasi (m-to-m) beras 0,26 persen, bawang merah 0,18 persen, ikan cakalang 0,15 persen. Sedangkan Mamuju 0,86 persen, andil komoditas inflasi (m-to-m) bawang merah 0,09 persen, biskuit 0,05 persen, ikan katamba 0,04 persen. Waspada kenaikan harga menjelang Ramadhan seperti komoditas penyumbang inflasi, beras, cabai-cabaian, telur ayam ras dan beberapa komoditas lainnya.(rls/)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *