Kondisi Kecamatan Banggae yang Diintervensi Dinas PUPR Majene Melalui Program Kotaku, Semakin Jauh dari Kata Kumuh

MAJENE, Kabupaten Majene mendapatkan dana BPM Tahun 2021 sebesar Rp 3,2 M, diperuntukkan untuk 2 kategori lokasi yaitu Reguler dan Casch For Work (CFW), yang terdiri dari 2 (dua) kelurahan dengan kategori lokasi reguler dan 4 (empat) kelurahan lokasi CFW.

Adapun tujuan dari kegiatan ini, selain dalam rangka penanganan kawasan kumuh, juga sebagai bentuk upaya pemerintah dalam peningkatan daya beli masyarakat melalui pelaksanaan perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur dengan konsep Padat Karya.

Bupati Majene Andi Achmad Syukri T dalam pengantarnya dalam Best Praktis Kotaku mengatakan, Sebagaimana diketahui bersama, bahwa Program KOTAKU adalah salah satu upaya Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam upaya Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh khususnya di wilayah perkotaan. “Dimana program ini sangat ideal, dinamis dan bagus karena memberi kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan bersih, indah dan terbebas dari
persoalan kumuh,” ujarnya.

Baca Juga  Jamil Harap Manakarra Fair Menambah Kunjungan Wisatawan ke Sulbar

Kabupaten Majene sebagai salah satu lokasi sasaran Program KOTAKU, tentunya diharapkan mampu memberikan perubahan yang signifikan terhadap persoalan kekumuhan di Kab. Majene, khususnya di Kecamatan Banggae.

“Jejak proses yang terjadi selama pendampingan program, baik secara infrastruktur maupun dari aspek pemberdayaan masyarakat, tentu ada contoh-contoh baik selama kegiatan program. Ini sangat penting untuk didokumentasikan, dengan harapan masyarakat dapat melihat dan mengetahui sebuah proses pemberdayaan dan pembangunan dari tahun ke tahun,” lanjutnya.

Baca Juga  Tersentuh Program Kotaku Dinas PUPR Majene, Lingkungan Copala Semakin Indah

Untuk itu, Bupati Majene menyambut baik dengan diterbitkannya buku Best Practice dan Lesson Learned ini yang berisikan tentang gambaran dan pembelajaran proses kegiatan Penataan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh di Kabupaten Majene yang merupakan kolaborasi dari semua stakeholder yang terlibat dalam Program Kotaku.

“Pada kesempatan ini, kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian PUPR, Balai PPW, Dinas PKP Provinsi, OPD terkait, Pokja PKP, Camat, Lurah, Tim Kotaku, BKM dan masyarakat serta stakeholder lainnya, atas partisipasi dan kontribusinya dalam upaya mewujudkan Kab. Majene bebas kumuh, mewujudkan permukiman layak huni, produktif dan berkelanjutan,” kata
Bupati Majene.

Di Kelurahan Banggae, Kondisi jalan yang awalnya hanya lapisan beton yang sudah rusak, berlubang di beberapa titik, sehingga membuat tidak nyaman bagi warga sebagai pengguna jalan tersebut. Jalan
yang berada di ketinggian/lereng bukit kecil, juga dapat membahayakan pengguna jalan
tersebut, tidak adanya pembatas dikedua sisi jalan, juga memberi ancaman bagi warga.

Baca Juga  Profil 25 Anggota DPRD Majene Periode 2019-2024 (Hasriadi)

Setelah diintervensi Program KOTAKU melalui dana BDI, maka kondisi jalan sudah baik, dan
tentunya memberi kenyamanan dan keselamatan bagi warga pengguna jalan. Pembangunan Jalan Beton ini dilengkapi dengan reeling, selain upaya peningkatan kualitas juga untuk menambah kenyamanan bagi masyarakat yang ingin melakukan wisata rohani di kawasan 27 Ramadhan. (*)