MAMUJU TENGAH – Suasana Pasar Topoyo, Kamis (14/8/2025) pagi itu, riuh oleh suara pedagang yang menawarkan dagangan. Di salah satu sudut pasar, Masdariyah tampak sibuk menata karung-karung beras di lapaknya. Perempuan ini tersenyum ketika ditanya soal isu beras takaran palsu yang belakangan santer di daerah lain.
“Kalau di sini, saya belum dengar. Apalagi saya selalu timbang ulang. Kalau di kemasan 20 kilo, ya di timbangan saya tetap 20 kilo,” kata Masdariyah sambil menepuk-nepuk karung beras.
Ia bercerita, semua stoknya datang dari Wonomulyo, Polewali Mandar. Bagi Masdariyah, kepercayaan pembeli adalah modal utama, sehingga ia tak pernah main-main soal takaran.
Tak jauh dari lapak Masdariyah, ada Alle yang juga tengah melayani pembeli. Ia mengangguk setuju saat mendengar pembicaraan tentang takaran beras.
“Beras saya semua dari distributor langganan. Tidak pernah kurang timbangannya,” ujarnya sambil menakar beras ke kantong plastik pembeli.
Di tengah isu yang membuat resah, harga beras di Pasar Topoyo terbilang stabil. Alle menyebut harga beras kemasan 5 kilogram dijual Rp65.000, 10 kilogram Rp150.000, dan 25 kilogram Rp390.000.
Bagi para pedagang ini, pasar bukan hanya tempat berjualan, tapi juga tempat menjaga kepercayaan. Selama itu terjaga, mereka yakin pembeli akan terus datang, dan isu takaran palsu hanya akan menjadi kabar lewat yang tak mengusik.











