Korban Banjir di Ulumanda Tak Miliki Peralatan Mandi

  • Bagikan

MAJENE – Ratusan warga masih bertahan di tenda pengungsian usai banjir menerjang wilayah Ulumanda, Kabupaten Majene beberapa hari terakhir.

Pengungsi mendirikan tenda darurat di halaman Puskesmas Desa Salutambung Majene.

Saat ini mereka membutuhkan bantuan dari pemerintah maupun para dermawan untuk meringankan bebannya atas musibah dialami.

“Yang paling dibutuhkan saat ini peralatan mandi seperti sabun, odol, sikat gigi, handuk,” kata warga Ulumanda, Nurmi kepada wartawan melalui telepon selulernya, Senin (21/11/2022).

Baca Juga  Satu Juta Lebih Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Pesisir Sulbar

Bencana banjir yang terjadi Jumat (19/11/2022) lalu melanda dua titik yakni Dusun Tattibajo dan Sambalagia Kecamatan Ulumanda.

Puluhan rumah di dua dusun itu porakporanda, bahkan sebagian rumah hanyut terseret banjir.

“Hampir semua warga mengungsi, karena rumah mereka sudah tidak layak huni dan ada juga yang hanyut,” ucapnya.

Baca Juga  Kajari Majene Janji Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi Dana Pilkada Secara Profesional

Nurmi mengaku selama dua hari terakhir di pengungsian, warga sudah mendapat bantuan dari pemerintah maupun relawan.

Seperti sembako, air bersih, dan obat obatan. Kecuali peralatan mandi yang masih sangat dibutuhkan para pengungsi.

Berdasarkan data BPBD Majene jumlah warga yang terkena dampak banjir sebanyak 409 jiwa di dua dusun.

Baca Juga  Disbudpar Majene Launching Pagelaran Rutin Seni Budaya

Dusun Tattibajo sebanyak 252 orang dan Dusun Sambalagia sebanyak 157 orang.

Dari ratusan pengungsi tersebut terdapat 13 orang bayi, 29 balita, delapan orang lansia ,10 orang sakit dan lima orang hamil.

Mereka mengungsi dibawah tenda tenda yang didirikan oleh pemerintah kabupaten Majene.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *