Jalan Rusak di Polman Ditanami Pohon Pisang

  • Bagikan

POLMAN – Sejumlah pemuda di Desa Kelapa Dua, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, melakukan aksi tanam pohon pisang pada ruas jalan yang mengalami kerusakan di wilayah itu, Sabtu (13/5/2023).

Hal itu sebagai bentuk protes terhadap pemerintah daerah lantaran jalan itu tak kunjung diperbaiki. Jalan itu merupakan penghubung antara Kabupaten Polman dengan Mamasa.

Salah satu pemuda desa, Herianto mengatakan jalan rusak di Desa Kelapa Dua kurang lebih sepanjang 10 kilometer (km).

Baca Juga  Hari Ini Kasus Covid19 di Sulbar Bertambah 142, Satu Warga Majene Meninggal

Disebutkan, jalan rusak mulai dari perbatasan desa sampai perbatasan Mamasa. Kerusakannya pun sudah cukup lama, Herianto menyebut sudah kurang lebih 10 tahun lamanya.

Ia bersama warga sekitar menanam batang pisang berjejer sejak Jumat (12/5/2023) kemarin.

Rencananya, hari ini ia bersama pemuda akan melanjutkan aksi protes tanam pohon pisang tersebut.

“Ini sudah bertahun-tahun namun tak kunjung diperbaiki, bahkan hampir 10 tahun terakhir masih belum ada perbaikan,” ujarnya kepada wartawan.

Baca Juga  Sejumlah Pelajar di SMAN 1 Polman Jalani Vaksinasi Covid

Ia mengungkapkan warga Desa Kelapa Dua sudah lelah melewati jalan rusak dan berlubang itu.

Disebutkan sering pengendara terjauh, lantaran jalan yang rusak berada di tikungan menanjak.

Pengendara sepeda motor dan roda empat harus ekstra hati-hati, saat melewati jalan tersebut.

Sebab jika hujan turun, lubang di jalan tertutupi genangan air, membuat pengendara sering terjatuh.

“Bahkan warga rencananya memblokir jalan ini jika pemerintah daerah tidak segera memperbaiki,” ungkapnya.

Baca Juga  Usai Dibersihkan, Kendaraan Melintas di Desa Kelapa Dua Polman

Herianto mengatakan, pemerintah daerah pernah memperbaiki jalan itu dengan cara ditambal.

Namun jalan lubang yang ditambal seadanya tidak bertahan lama dan kembali rusak. Ia berharap pemerintah daerah lebih mengutamakan perbaikan jalan.

Lantaran jalan itu akses warga menuju kota dan juga jalan antara penghubung kabupaten.

Herianto menambahkan selain jalan rusak, terdapat pula tebing di desanya selalu longsor.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *