Bapemperda DPRD Majene Gelar Rapat Program Kerja 2022

  • Bagikan

SULBAR99NEWS.COM–MAJENE, Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majene, menggelar Rapat program kerja di ruang sidang gedung DPRD Majene, Jumat (14/01/2022),

Rapat dibuka ketua Bapemperda  DPRD Majene, Abd. Wahab  didampingi wakil ketua Syahril, bersama Sekretaris DPRD Mattalunru dihadiri anggota Pamemperda DPRD yakni Muh. Yahya Nur,  Ummi Nursandi, Ida Nursanti,  Jasman, dan Parman.

Ketua Bapemperda DPRD Kabupaten Majene, Abd.Wahab mengatakan, rapat  digelar guna membicarakan program kerja tahun 2022,  yang nantinya akan disampaikan kepada ketua DPRD untuk dibahas secara bersama pada rapat Paripurna mendatang.

Baca Juga  Terobos Pengamanan, Ajudan Bupati Majene Terekam Ikut Pukul Mahasiswa

“Dalam penyusunan program kerja mesti dilakukan secara matang sebelum disahkan, artinya perlu diharmonisasi terlebih dahulu. Olehnya itu Tim Propemperda di lingkungan DPRD harus melakukan koordinasi dengan tim Propemperda pihak eksekutif atau pemerintah daerah guna melakukan sinkronisasi untuk menjadi Propemperda masa satu tahun,” katanya.

Baca Juga  Baksos di Sulbar, IKA Unhas Bantu Warga Tak Mampu dengan Operasi Bibir Sumbing dan Sunnatan Massal

Menurut Wahab, Ada beberapa point yang menjadi sorotan terhadap 14 kerja yang telah disusun. Salah satunya program mengkoordinasikan pelaksanaan sosialisasi Perda yang dilaksanakan 3 kali Sosper, dan program evaluasi kinerja.

,” Bapemperda yang juga dilaksanakan 3 kali setahun juga menjadiperhatian seperti dipertanyakan oleh anggoata Bepemperda saat di forum rapat, maknya setiap Perda mesti disosialisasikan secara Sosper kepada masyarakat, namun perlu penyiapan materi terlebih dahulu,” ujarnya.

Baca Juga  Sapi Milik Warga Wonomulyo Dipilih Jokowi untuk Kurban, Segini Beratnya

Wahab menambahkan,  Untuk pelaksanaan evaluasi kinerja Bapemperda nantinya akan dirumuskan tiga kali setahun, supaya dapat sejalan dengan program kerja yang telah disusun.

“Misalnya evaluasi pertama dilaksanakan bulan 1-4, evaluasi kedua 5-8, dan 9-12. Dan di situ akan terlihat bentuk kegiatan yang terakomodir. Dengan begitu, kita dapat melihat presentasi progresnya,” pungkasnya.(Ali).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *