Adik Polisi di Polman Diduga Lakukan Penganiayaan, Hingga Kini Bebas Berkeliaran

  • Bagikan

MAJENE – MULTAZAM (19), warga Lingkungan Talumung, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, melaporkan empat orang pemuda di Lingkungan Sepang, Kelurahan Tinambung, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, karena diduga melakukan penganiayaan.

Hanya saja, meski telah dilaporkan ke polisi sejak 17 April 2024, para pelaku hingga kini masih bebas berkeliaran.

Menurut penjelasan korban, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Kamis, 11 April 2024. 

Dengan alasan yang tidak jelas, korban mengaku langsung dianiaya empat orang pemuda hingga babak belur.

Baca Juga  Aksi Mulia Puluhan Supir Petepete di Polman, Perbaiki Jalan Rusak dengan Patungan

Atas peristiwa tersebut, korban langsung membuat laporan ke SPKT Polres Polman dengan Nomor :  LP/B/66/IV/2024/SPKTPOLRES POLEWALI MANDAR/POLDA SULAWESI BARAT.

Saat ini, kata Multazam, para pelaku masih berkeliaran di Lingkungan Sepang, Kelurahan Tinambung. 

Penyidik Polres Polman juga diminta bertindak profesional dalam pemeriksaan terhadap pelaku dan segera menangkapnya.

Orang Tua korban, menyebut adanya dugaan penyidik Polres Polman untuk melindungi para pelaku.

Baca Juga  Kapolres Polman Bagikan Kisah Inspiratif ke Kades, Lurah, Tomas dan Toga

Alasannya, bukti rekaman CCTV yang diperlihatkan hanya sepotong dan tidak menyeluruh, sehingga ada tendensi penyidik dalam melindungi para pelaku.

“Kalau memang profesional, kenapa potongan video, kenapa tidak ditampilkan seluruh durasi video yang terpasang di rumah warga di TKP,” kesalnya.

Orang Tua korban, menyebut terduga pelaku merupakan adik salah seorang anggota Polisi.

Hubungan adik-kaka antara pelaku dengan petugas kepolisian menyebabkan sulitnya mengungkap kasus ini.

Baca Juga  Pj Gubernur Sulbar Apresiasi Capaian Pemkab Polman

Dalam Surat Tanda Terima Laporan, korban melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang KUHP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351.

Patut diketahui, berdasarkan Pasal 351 KUHP :

(1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan.

(2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *