Suhardi Duka Bantu Sarana Kelompok Tani di Mamasa Bernilai Miliaran

  • Bagikan

MAMASA – Anggota DPR RI Suhardi Duka terus berupaya agar anggaran pemerintah pusat mengalir ke Kabupaten Mamasa, salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat, agar daerah itu punya kesempatan yang sama dengan daerah lainnya untuk maju dan berkembang.  

“Kami tetap berupaya dan berusaha agar anggaran dari pemerintah pusat dapat masuk ke Sulbar, termasuk Mamasa sehingga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ekonomi daerah,” kata Suhardi di Mamasa, Selasa (19/7/2022).

Politisi Partai Demokrat itu berada guna memantau realisasi bantuan pemerintah pusat di daerah pemilihannya di Sulawesi Barat. 

Sebanyak dua unit peralatan bioflok disalurkan kepada masyarakat sebagai sarana pengembangan budi daya air tawar.

Bioflok merupakan teknologi yang diaplikasikan untuk budidaya ikan lele. Teknologi bioflok berfungsi meningkatkan kualitas air kolam lele selama masa pemeliharaan. Kualitas air kolam lele bisa menurun seiring dengan berjalannya waktu jika tidak dilakukan pergantian air. 

Lele merupakan hewan karnivora yang memerlukan kadar protein yang cukup tinggi. Namun, seluruh pakan yang mengandung protein yang masuk ke tubuh lele tidak semua bisa diolah dan diserap oleh tubuh ikan.

Baca Juga  Fenomena Tanah Bergerak di Mamasa Rusak Puluhan Rumah

Sisa protein yang tidak diserap akan terakumulasi di dalam air dalam bentuk feses ataupun urine. Hasil metabolisme dari ikan lele mengandung amonia di dalam kotoran atau hasil ekskresinya. Karena pakan yang dikonsumsi mengandung protein tinggi, kotoran yang dihasilkan mengandung protein yang sama tingginya.

Limbah perikanan yang mengandung amonia dapat menurunkan kualitas air kolam karena bersifat toksik dan bisa menjadi racun yang mematikan bagi ikan lele. Tentunya, amonia menjadi hambatan bagi Anda jika tidak segera dibersihkan.

Namun, terlalu sering mengganti air kolam menyebabkan jam kerja menjadi lebih banyak dan jumlah air yang digunakan menjadi lebih banyak. Selain itu, air limbah yang dibuang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan.

Cara lain untuk mengendalikan kandungan amonia selain dengan rajin mengganti air kolam adalah mengendalikan amonia di dalam kolam. Pengendalian kandungan amonia dapat dilakukan dengan bioflok.

Baca Juga  Sejak Covid19 Masuk di Mamasa, 17 Warganya Dinyatakan Telah Meninggal Dunia

Bioflok bekerja dengan cara mengubah kandungan amonia yang ada di kolam menjadi protein microbial yang dilakukan oleh mikroba. Amonia yang diubah menjadi protein microbial terbukti mampu mengurangi residu dari sisa pakan.

Konsep kerja bioflok sangat sederhana, yakni mengubah limbah nitrogen yang berpotensi racun menjadi protein bakteri yang bisa dimanfaatkan oleh ikan. Protein mikroba merupakan recycling protein pakan yang tidak dimanfaatkan.

Prinsip kerja bioflok sendiri adalah mengubah senyawa organik dan anorganik yang mengandung senyawa karbon, hidrogan, oksigen, dan nitrogen menjadi massa lumpur berupa bioflok menggunakan bakteri pembentuk flok.

Proses tersebut dapat memperbaiki kualitas air dan menyirkulasi limbah di dalam kolam. Bioflok di dalam air pun berguna sebagai biofilter secara langsung. Volume air yang digunakan selama masa pemeliharaan pun lebih kecil.

Suhardi mengatakan bantuan peralatan Bioflok untuk Kabupaten Mamasa tersebut, digelontorkan melalui Balai Perikanan Air Tawar Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Baca Juga  Dokter RSUD Mamasa Mogok Kerja Januari 2024

Bantuan sarana bioflok senilai Rp350 juta tersebut disalurkan kepada dua kelompok tani agar dapat dimanfaatkan mengembangkan budidaya air tawar.

Menurut dia, selain bantuan bioflok, juga disalurkan bantuan unit pengolahan pupuk organik (UPPO), kegiatan pekarangan pangan lestari (P2L) dengan total anggaran Rp1 miliar untuk kelompok tani di Mamasa.

Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan agar nantinya dapat berkontribusi peningkatan ekonomi daerah.

Ia juga menyampaikan bahwa sebagai wakil rakyat mewakili Sulbar di Senayan, pihaknya akan terus berupaya agar sektor pertanian dan perikanan tetap mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.

Sebelum di Mamasa, bantuan peralatan lima unit bioflok juga diserahkan di Kabupaten Mamuju yang juga diharapkan dapat meningkatkan usaha perikanan masyarakat setempat.

“Sekitar Rp10 miliar anggaran telah diupayakan dapat dinikmati masyarakat Sulbar  tahun ini untuk memajukan sektor pertanian dan perikanan, dan diharapkan bisa,” ujarnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *