Selain Logistik, Korban Banjir di Malunda Juga Butuh Air Bersih

  • Bagikan

MAJENE – Bencana banjir yang melanda wilayah Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menyebabkan puluhan ternak dan enam rumah warga hanyut.

Sejumlah warga terlihat mulai membersihkan sisa endapan lumpur dari dalam rumah akibat banjir.

Meski telah kembali ke rumah masing-masing, banyak barang berharga tidak bisa diselamatkan.

Bahkan akses jalan dan jembatan di Desa Bambangan putus, sehingga puluhan kepada keluarga terisolir.

Baca Juga  Dinkes Sulbar Salurkan Logistik Kesehatan ke Korban Banjir

Camat Malunda, Salahuddin mengatakan, jembatan penghubung tersebut putus akibat air sungai meluap.

“Memang putus sebelah sebelum Bambangan, penyebabnya ya banjir kemarin karena luapan air di sungai,” ujarnya, Jumat (25/5/2022).

Lebih lanjut Salahuddin menuturkan jika warga terdampak banjir ini sangat butuh bantuan logistik.

Baca Juga  Pembangunan Perumahan di Lutang Sisakan Derita untuk Warga

“Kita butuh itu beras, indomie, telur, dan terutama air bersih,” tambahnya.

Ia mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten untuk penyaluran bantuan.

Serta nantinya akan ada dapur umum didirikan untuk warga.

Lebih lanjut, untuk jembatan Bambangan warga tengah membuat jembatan darurat agar bisa dilalui.

Mengingat setelah jembatan ada timbunan longsor dua titik, akan ada penerjunan alat berat.

Baca Juga  Total 1.312 Rumah di Sembilan Desa Terdampak Banjir di Majene

“Akan ada alat berat termasuk dari pihak balai untuk membersihkan longsoran tersebut,” tutupnya.

Lokasi banjir berdasarkan data BPBD Majene berada di Desa Maliaya, Desa Mekkatta, Desa Lombong, Desa Bambangan, Kelurahan Malunda, dan Desa Kayu Angin.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *