GMNI Mamuju Pertanyakan Lambatnya Penanganan Perkara Dugaan Korupsi Pengadaan Bibit Dinas Kehutanan

  • Bagikan

MAMUJU – Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Mamuju, Nur Alam Syah soroti dugaan kasus korupsi pengadaan bibit di Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Barat.

GMNI Mamuju menyayangkan lambannya Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamuju memproses dugaan korupsi pengadaan bibit didinas kehutanan provinsi Sulawesi barat yang tak pernah tuntas dimeja kejari.

Baca Juga  Opini: Islamofobia India, Apa Solusinya?

Alam Syah menilai bahwa ada indikasi terjadinya kolusi dan nepotisme didalam program pengadaan bibit ini yang menjadi pokir dari salah satu anggota DPRD Provinsi Sulawesi barat.

“Sehingga kami menduga kuat bahwa dugaan korupsi, kolusi dan nepotisme terjadi dalam program pengadaan bibit yang sedang berproses dikajari Mamuju ini,” sebutnya, Selasa (26/4/2022).

Baca Juga  Harga Bahan Pokok Meroket, Antisipasi Negara Tidak Konkrit

Selain itu, Kajari Mamuju diduga berkolusi dengan pihak pihak yg terlibat dalam kasus ini, sebab kasus ini sudah berjalan beberapa tahun namun sampai hari ini pihak Kejari belum bisa menampakkan aktor dalam kasus ini.

“Kami berharap Kejari bisa lebih profesional dan  menjaga independensi dan integritas menjadi penegak hukum, bukan menjadi pembela para pelaku korupsi,” tambahnya.

Baca Juga  Perilaku Membuang Minyak Jelantah Sembarangan Dapat Menurunkan Jumlah Air Bersih

Alam Syah menegaskan jika dalam waktu dekat pihak Kajari tidak dapat memproses dan mengukap keterlibatan pejabat dalam kasus ini, maka GMNI akan melakukan aksi unjuk rasa dengan tuntutan mendesak Kajari Mamuju mundur dari jabatannya.(ril/)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *