Basarnas Temukan Satu Jenazah Korban KM Ladang Pertiwi 2

  • Bagikan

MAKASSAR – Badan Pertolongan dan Pencarian Nasional (Basarnas) Sulawesi Selatan menyatakan satu jenazah korban KM Ladang Pertiwi 2 ditemukan di sekitar perairan Pulau Pamantauang, Kabupaten Pangkajene Kepulauan di hari kelima pencarian.

“Informasi kami terima untuk hari ini dari keluarga korban Haji Mahruf, bahwa jenazah yang ditemukan sudah diyakini termasuk salah satu orang tua bernama Hajah Hajrah berusia 72 tahun,” ujar Analis Pencarian dan Pertolongan Basarnas Sulsel Wahid D.J. di Posko Induk Pelabuhan Paotere di Makassar, Rabu (1/6/2022).

Ia menjelaskan penemuan korban diketahui lansia ini di sekitar Pulau Pamantauang oleh nelayan dengan perahu saat ikut melakukan pencarian para korban. Terkait dengan ciri-ciri korban, pihak keluarga sudah memastikan bahwa jenazah itu orang tua mereka.

Baca Juga  Awal Januari 2024, Sejuta Tanaman Cabai akan Dilaunching

“Ditemukan di sekitar Pulau Pamantauang oleh perahu nelayan. Ciri-ciri, menurut pengakuan Haji Mahruf memakai cincin di jarinya dan jari tengah ada patah. Haji Mahruf salah satu keluarga terdekat, termasuk orang tua dari Sitti Hajrah ini,” katanya.

Langkah selanjutnya berdasarkan permintaan keluarga korban, kata dia, jenazah tetap berada di Pulau Pamantauang untuk diurus pihak keluarga, mengingat korban termasuk bagian keluarga dari penduduk di pulau sekitarnya.

“Kami sudah koordinasi dengan pihak DVI (Disaster Victim Identification), cuma diminta identitas KTP dari keluarga di pulau. Jadi dipastikan jenazah tidak dibawa ke Makassar,” tuturnya.

Kepala Bidang Dokkes Polda Sulsel yang juga Ketua Tim DVI Polda Sulsel Kombes Pol dr Yusuf Mawadi mengatakan informasi penemuan jenazah itu sudah diterima di sekitar lokasi kejadian oleh pihak keluarga.

Baca Juga  Nenek Rawasiah yang Hilang di Tubo Tengah Ditemukan, Begini Kondisinya

Namun demikian, tim tetap berkoordinasi di sekitar tempat kejadian perkara untuk mengetahui kondisi korban dan terkait dengan perlunya identifikasi serta perlu atau tidak proses DVI. Pihaknya tetap berkoordinasi dengan tim di lapangan.

“Koordinasi dengan tim terus jalan, apakah memungkinkan (diidentifikasi, red.) atau tidak. Bila tidak memungkinkan di situ, sudah dikenal pihak keluarga, proses DVI tetap dikoordinasikan sejauh mana kita gunakan media elektronik maupun video call, sehingga jenazah ditemukan benar-benar sudah teridentifikasi,” tuturnya.

Sekretaris BPBD Kabupaten Pangkajene Kepulauan Muhammad Arsyad membenarkan jenazah korban ditemukan nelayan dalam kondisi mengapung dengan tubuh membengkak. Korban merupakan warga Pulau Masalima, Kecamatan Liukang Kalmas, Kabupaten Pangkajene Kepulauan. Korban dikenali setelah keluarga melihat cincin di jarinya.

Baca Juga  Hendak Mencari Ikan di Perairan Bababulo, Borahing Dilaporkan Hilang

Kapal Motor Ladang Pertiwi 2 tenggelam pada Kamis (26/5) di Perairan Selat Makassar. Peristiwa itu baru dipastikan pada Jumat (27/5) oleh tim SAR. Awalnya, jumlah penumpang kapal kayu ini 42 orang dengan korban dinyatakan selamat 31 orang dan hilang 11 orang.

Setelah Basarnas Sulsel memperbaharui data jumlah korban berdasarkan keterangan kepala desa setempat, penumpang 50 orang. Jumlah korban dinyatakan selamat 31 orang, meninggal dunia satu orang, dan dalam pencarian 18 orang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *