40 KK Pengungsi Tinggalkan Tenda di Stadion Manakarra Mamuju

  • Bagikan

MAMUJU – Sejumlah tenda pengungsian di Stadion Manakarra Mamuju, kini mulai kosong.

Sejumlah pengungsi sudah meniggalkan tenda dan memilih kembali ke rumah masing-masing.

Pantauan wartawan di lokasi, nampak puluhan tenda pengungsi kini tak berpenghuni.

Sejumlah barang-barang milik pengungsipun sudah tak terlihat dari dalam tenda.

Namun, masih ada juga pengungsi masih memilih bertahan di dalam tenda. Ada sekitar empat tenda yang masih terisi.

Sementara tenda milik Pemprov Sulawesi Barat (Sulbar) sudah ditinggalkan warga.

Baca Juga  Penumpang di Pelabuhan Feri Mamuju Meningkat

Tikar di bawah tenda yang berwarna merah dan hijau itu tergenang air, sisa hujan pada Jumat 10 Juni 2022 kemarin.

Kepala Bidang Rehabalitasi dan Rekonstruksi BPBD Mamuju, Arjun Sofyan mengatakan, beberapa hari ini tenda sudah mulai ditinggalkan pengungsi.

“Memang sudah mulai kosong dan tidak ada yang balik ke tenda kalau sudah malam,” kata Arjun saat ditemui di Stadion Manakarra, Sabtu (11/6/2022).

Sebagian kecil pengungsi masih memilih bertahan di tenda pengungsian.

Baca Juga  Tiga Kabupaten di Sulbar Berpotensi Dilanda Angin Kencang Malam Ini

Sehingga, tenda tersebut belum dibongkar sebelum masa tanggap darurat belum berakhir.

Karena jangan sampai ada warga yang kembali datang ke pengungsian.

“Kami tetap stand bay di lokasi untuk memantau kondisi pengungsi yang masih berada di tendanya,” sebutnya.

Arjun menyebutkan, dari hasil asement data pengungsi di wilayah Mamuju sudah mulai berkurang.

Untuk wilayah di Terminal Simbuang masih ada 100 Kepala Keluraga yang masih bertahan di pengungsian.

Baca Juga  Jadi Gerbang Masuk Sulbar, Akmal Malik Sebut Mamuju Harus Dibenahi

Sementara, untuk posko pengungsian terdapat empat kepala keluarga dan itupun sudah mulai kembali ke rumahnya pagi tadi.

Kemudian di Posko jalur dua Kali Mamuju sudah kosong.

Sementara data terkini di Stadion Manakarra Mamuju sebanyak 60 Kepala Keluarga (KK) yang masih bertahan.

Pengungsi yang sudah pulang diperkirakan sekitar 30 sampai 40 Kepala Keluarga.

“Kita terus update data jadi seketika ada bantuan datang kita langsung berikan,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *